Minggu, 01 November 2015

Dalam Kepungan Komplotan Pencopet


Sebenarnya bukan kali pertama ini saja harus berurusan dengan copet, berhadap2an sampai beradu tatap... hanya saja kali ini pelakunya tidak sendiri dan modus yg saya temui berbeda dari copet yang 'tradisional'.
Kejadiannya sekitar dua minggu lalu, di Metro Mini  640 jurusan Tanah Abang - Pasar Minggu, di ibukota negara ini yang katanya menyandang peringkat kelima kota besar di dunia dalam hal ketidakamanan angkutan umumnya.
Sesaat menjelang jembatan penyeberangan Hotel Kartika Chandra, di seberang Kantor Pusat DJP -tempat yang akan dituju- saya segera bangkit dari kursi favorit, kursi paling depan samping pak supir, dan menyebutkan kode pada sopir, "jembatan!" sambil berbalik menuju pintu keluar bagian depan namun tertahan oleh seorang pemuda berbadan tegap yang sudah berdiri duluan di depan pintu, sepertinya akan turun juga.
Tapi saat bis berhenti, pemuda itu ternyata tidak beranjak turun, dengan agak heran campur kesal, saya permisi lewat. Belum sempat melangkah, tiba-tiba bagian bawah celana saya ditarik2 seorang bapak yang duduk di sebelah kiri saya, merunduk sambil memungut bolpoin yang nampaknya terjatuh dan mungkin hampir terinjak sepatu saya. Saat akan lanjut segera turun, bapak itu malah kembali menarik2 celana saya sambil (seperti) menjatuhkan lagi bolpoinnya.
Semua berlangsung begitu cepat, dalam kekisruhan dan kebingungan antara mau terburu turun dan celana yang terus saja ditarik2 sambil merasakan seorang pemuda lain yang juga berdiri di samping pemuda tegap tadi seperti memepet badan saya yang masih tertahan di tengah-tengah, saya sempat berujar, "apaan sih ini?" dengan badan dan pandangan menunduk ke sepatu.
Tiba-tiba seperti tersadar dan merasakan firasat yang tidak beres, tangan refleks merangkul tas ransel yang saya pasang di badan bagian depan - prosedur standar yang biasa saya jalankan kala naik krl / angkot - dan menyadari bahwa resleting kantong ransel bagian depan sudah terbuka dengan mendapati tangan pemuda yang memepet tadi di dalamnya tengah menggenggam hp cina kesayangan saya dalam posisi siap menariknya. Rupanya trik mereka adalah mengalihkan perhatian saya saat pengambil barang beraksi.
"Mau ngapain kamu?!!!!, semburku spontan.. Pemuda itu hanya diam sambil perlahan mengeluarkan tangannya dari tasku dan meninggalkan hpnya di dalam. Sesaat aku menatapnya dan mengedarkan pandanganku ke sekitar, kepada bapak yang duduk di sebelah kiri tadi, bapak berbadan besar lain yang duduk di sebelah kanan persis pintu masuk, dan dua pemuda yang menghalangi jalanku, mereka semua membalas tatapan mata saya dengan pandangan waspada, seperti menanti respon apa yang akan saya lakukan selanjutnya.
Tak berpikir panjang saya segera turun, mengecek lagi hp dan kantung ransel lainnya dimana dompet tersimpan. Alhamdulillah semua masih ada di tempatnya. Sambil beristighfar saya teruskan perjalanan menaiki jembatan, menapaki langkah dan bersyukur atas perlindungan-Nya meski badan lemas, dada berdebar-debar, dan nafas tersengal. 

Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari kejadian seperti itu.

Jayapura, 1 November 2015 

Sabtu, 11 April 2015

(Not) My First Blog



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Haiii.....
#Haloooo....
Halooo....
#Haiiii......
Hai Hai Halooo....
#Halo Halo Haiiii.....
Halo Halo Hai.....
#Hai Hai Halooo.... ^^


Model sapaan ini oleh-oleh dari kegiatan outbound training di kantorku yang lama beberapa tahun silam dan masih sering saya gunakan dalam beberapa acara internal di kantor sampai sekarang. Salam seperti ini nampaknya cukup representatif untuk menjadi pembuka tulisan pertama di blog saya ini karena saya ingin menyapa para blogger yang saya hormati.

Bukan blog yang pertama karena saya sudah pernah membuat di wordpress dua kali. Yang pertama saya lupa alamatnya (belum pernah ditulisi) dan yang kedua belum pernah saya isi tulisan (juga) sejak dibuat pada tahun 2011.

Terus, kenapa akhirnya saya buat di blogspot? Tidak lain karena isteri dan anak saya. Suatu saat isteri minta dibuatkan blog untuk berjualan hijab online akhirnya saya belajar untuk (bukan hanya) membuat (akun) blog (tapi) juga mengisinya. Pertama buat di wordpress gagal, akhirnya saya buatkan di blogspot. Tapi tetap belum menggerakkan saya untuk mengisi tulisan di blog pribadi saya. Selanjutnya, anak sulung saya, Athaya, dapat tugas membuat blog dari sekolah. Saya bantu buatkan juga sambil saya isi dengan sedikit tulisan.

Sejak posting pertama di blog Athaya itu, baru deh tergerak suatu keinginan untuk posting di blog sendiri. Nah, karena keluarga saya bikin blognya di blogspot, ya biar gampang nyambungnya ya saya juga bikin lagi di blogspot, dengan tulisan ini menjadi posting perdana.

Belum tahu apalagi yang ingin saya tuliskan, sementara saya cukupkan sampai di sini.

Salam kenal, mohon maaf kalo masih banyak kekurangan. mohon bimbingan, petunjuk, kritik, dan saran  dari para master blogger semua.


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Mang Awe
Jayapura, 11 April 2015
Mang Awe sarimbit